Home > Keuangan Shariah > Potensi Sukuk di Indonesia

Potensi Sukuk di Indonesia

Selasa, 17/11/2009 08:25 WIB
Potensi Sukuk di Indonesia
Ali Rama – suaraPembaca

Jakarta – Pemerintah baru saja menggelar hajatan nasional. National Summit pada 29-31 Oktober 2009. Forum ini dimaksudkan sebagai langkah awal bagi Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mendiskusikan serta memformulasikan langkah-langkah strategis yang tepat demi mencapai target pembangunan lima tahun yang akan datang.

Salah satu isu yang menjadi perhatian utama pada forum tersebut adalah masalah ekonomi. Hal ini tidaklah mengherangkan mengingat isu ekonomi mencakup hajat kehidupan orang banyak.

Dalam lima tahun ke depan Presiden SBY menargetkan pertumbuhan ekonomi yang cukup ambisius 7%, penurunan angka pengangguran dari angka 8,1% menjadi 5-6%, dan penurunan tingkat kemiskinan dari 14% menjadi 8-10%, serta untuk meralisasikannya dibutuhkan investasi sebesar Rp 2,100 trilliun per tahun selama lima tahun mendatang.

Beberapa pengamat ekonomi menilai angka 7% itu sangat spekulatif dan tidak realistis mengingat kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya sembuh dari krisis keuangan saat ini. Namun, lompatan target pertumbuhan ekonomi dirasa perlu dilkakukan mengingat dengan hanya 5-6% pertumbuhan ekonomi belum cukup untuk mengatasi problem sosial bangsa ini.

Apalagi Indonesia memiliki tekad untuk menjadi bagian dari tiga negara dengan tingkat pertumbuhan yang besar setelah Cina dan India. Lompatan target kinerja ekonomi harus diikuti oleh langkah-langkah nyata untuk mencapai target tersebut.

Pencapaian target pembangunan nasional butuh dana yang besar. APBN sebagai salah satu sumber pendanaan pembangunan tidak cukup untuk memenuhi target tersebut. Bahkan, tahun 2009 APBN mengalami defisit sekitar Rp 51,3 triliun.

Menurut perhitungan Bappenas (2009) kebutuhan investasi infrastruktur periode 2010-2014 mencapai Rp 1,429 triliun. Dari jumlah itu pemerintah hanya bisa memenuhi 30 persen kebutuhan investasi. Sedangkan 70 persen lainnya dari swasta.

Alternatif yang bisa dilakukan adalah dengan mengandalkan investasi luar negeri melalui penerbitan sukuk global. Sukuk sebagai instrumen investasi menjadi primadona di beberapa negara Islam. Bahkan, negara-negara non muslim sekaligus.

Hal ini dikarenakan potensi dana yang bisa terkumpul melalui skema pembiayaan ini terbilang cukup besar. Khususnya dari negara-negar penghasil minyak yang mendapatkan keberlimpahan keuntungan dari kenaikan harga minyak dunia. Selain itu sukuk juga cukup efektif untuk mensitumulasi pertumbuhan sektor rill karena investasi ini berbasiskan pada pembiayaan sektor rill.

Perkembangan Sukuk Global
Sistem keuangan Islam mengalami perkembangan yang dinamis dan semakin kompetitif dalam sistem keuangan global. Dalam empat tahun belakangan sistem keuangan Islam telah mencatatkan pertumbuhan yang pesat dan telah hadir di lebih 75 negara di dunia. Sistem keuangan Islam yang paling berkembang secara dinamis adalah pasar keuangan sukuk. Sukuk kini telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sistem keuangan global.

Pada tahun 2007 nilai sukuk yang diperdagangkan di pasar global telah meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 2006 dan mencpai US$62 miliar dibandingkan tahun 2006 sebesar US$ 27 miliar. Dari tahun 2001 hingga tahun 2006 sukuk mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 123% (Sunarsip, 2008).

Jumlah oustanding sukuk dunia hingga tahun 2009 diperkirakan telah mencapai US$ 90 miliar. Berdasarkan proyeksi S&P jumlah sukuk global akan semakin bertambah beberapa tahun mendatang. Pada tahun 2010 diperkirakan mencapi US$ 100 miliar dengan pertumbuhan 35% per tahun.

Uni Emirat Arab (UEA) dan Malaysia masih menjadi negara penerbit sukuk terbesar di dunia. Berdasarkan data The Standard & Poor’s dari total sukuk global yang diterbitkan pada 6 bulan pertama tahun ini sekitar 45,03% dikuasai oleh Malaysia, Arab Saudi, dan Indonesia masing-masing menguasai 22,03% dan 16,05 dari total sukuk yang diterbitkan.

Semakin banyak negara yang menerbitkan sukuk maka akan semakin menjadikan sukuk sebagai alternatif sumber pembiayaan di era globalisasi dan pasar bebas saat ini. Sukuk sudah tidak dipandang lagi hanya dalam perspektif sentimen agama tapi semata-mata sebagai instrumen investasi yang menjanjikan tingkat keuntungan yang kompetitif dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sebuah negara.

Prospek dan Potensi Sukuk Bagi Indonesia
Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara punya peluang manjadi hub keuangan Islam di Asia tenggara pada tahun 2013. Bahkan, bisa menjadi pusat keuangan dunia di masa mendatang. Khususnya dalam pemanfaatan sukuk sebagai sumber pembiayaan pembangunan.

Salah satu yang menjadi daya tarik investor terhadap Indonesia adalah banyaknya proyek infrastruktur dalam negeri yang bisa dibiayai melalui skema sukuk serta kondisi ekonomi yang relatif baik. Di saat negara lain mengalami minus pertumbuhan akibat krisis keuangan global Indonesia masih bisa mencatatkan pertumbuhan yang positif.

Bahkan, tahun-tahun mendatang diperkirakan menjadi salah satu dari tiga negara dengan tingkat pertumbuhan tertinggi di dunia. Kondisi ini memungkinkan Indonesia bisa memberikan return yang kompetitif terhadap investor sukuk.

Beberapa tahun ke depan Indonesia membutuhkan dana sebesar Rp 150 triliun untuk membiayai proyek infrastruktur. Jika kebutuhan atas dana tersebut tersebut dipenuhi melalui keuangan syariah global (sukuk) maka Indonesia akan menjadi salah satu negara penting dalam keuangan syariah dunia. Hal ini juga bisa mendorong perkembangan industri keuangan dan perbankan syariah secara nasional maupun lokal.

Pembiayaan infastruktur melalui penerbitan sukuk global sangat mungkin direalisasikan. Hal tersebut telah didukung dengan adanya Undang-Undang No 19/2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara atau Sukuk Negara yang menjadi landasan penerbitan sukuk negara bernilai triliunan rupiah.

Penerbitan sukuk global pada awal tahun ini yang senilai US$ 650 juta untuk manambah APBN dan oversubcribed hingga 7 kali lipatnya atau US$ 4,7 miliar menjadi sinyal awal akan prospek dan potensi Indonesia menjadi ladang investasi bagi investor Timur Tengah.

Sebenarnya investor Timur Tengah telah lama ingin masuk berinvestasi di Indonesia mengingat potensi ekonomi yang dimilikinya. Apalagi dengan kondisi saat ini di mana tengah mengalami overliquiditas dana akibat naiknya harga minyak dunia. Namun, karena tiadanya instrumen investasi syariah yang menarik seperti sukuk mereka memutuskan menunda investasi dan memarkir sabagian dananya di Malaysia yang gencar menerbitkan sukuk sebagai sumber pembiayaan pembangunan.

Dana ratusan bahkan jutaan miliar dolar AS dari Timur Tengah yang saat ini mulai meninggalkan bursa AS dan Eropa untuk mencari ladang baru yang berbasis syariah seharusnya dijadikan mementum untuk dijadikan sebagai sumber pembiayaan pembangunan yang sekaligus stimulan pertumbuhan ekonomi syariah nasional yang pangsa pasarnya saat ini belum mampu menebus angka 5%. Peluang ini terlalu sayang jika dilewatkan oleh Pemerintahan SBY yang kedua.

Namun, ada beberapa catatan yang menjadi kendala kenapa Indonesia yang punya potensi pasar untuk perkembangan sukuk justru hanya mendapatkan pangsa pasar yang kecil. Ini tidak terlepas dari beberapa kendala misalnya regulasi yang belum maksimal, kepastian masalah perpajakan, kurang liquid, dan transaksinya terfokus pada debt Based. Wallahualam Bissawab.

Ali Rama
Sekjen Islamic Economics Forum for Indonesian Development (ISEFID)
rama_clb_ku@yahoo.com

http://suarapembaca.detik.com/read/2009/11/17/082521/1242957/471/potensi-sukuk-di-indonesia?882205470

Categories: Keuangan Shariah
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: